
MAGERSARI - Suasana kelas TK di Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, berubah riuh ketika mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang mengajak siswa bergerak dan bermain. Senam bersama dan permainan “Gerak dan Diam” menjadi bagian dari aktivitas interaktif yang dilakukan mahasiswa bersama anak-anak.
Kegiatan diawali dengan senam. Mahasiswa KKN berdiri di depan kelas dan memperagakan sejumlah gerakan yang kemudian diikuti siswa. Anak-anak mengikuti gerakan sesuai arahan sambil bergerak mengikuti irama. Beberapa siswa tampak langsung menirukan gerakan, sementara yang lain memperhatikan terlebih dahulu sebelum ikut bergerak.
Setelah senam, mahasiswa KKN mengajak siswa mengikuti permainan “Gerak dan Diam”. Dalam permainan ini, siswa diminta bergerak ketika mendapat aba-aba dan berhenti ketika instruksi berubah. Mahasiswa memberikan perintah secara bergantian, sehingga siswa harus memperhatikan instruksi sebelum menentukan gerakan.
Permainan kemudian dibuat lebih dinamis dengan perubahan tempo. Ketika aba-aba diberikan dengan cepat, siswa harus segera merespons. Beberapa anak masih bergerak ketika perintah berhenti diberikan. Mahasiswa KKN kemudian mengulangi instruksi dan mengajak siswa mencoba kembali.
Suasana kelas menjadi semakin ramai oleh respons spontan siswa. Ada yang tertawa ketika salah mengikuti gerakan, ada pula yang berusaha lebih berhati-hati agar tidak kembali keliru. Mahasiswa KKN tidak hanya memimpin permainan, tetapi juga membantu mengarahkan siswa selama kegiatan berlangsung.

Melalui permainan tersebut, siswa diajak memperhatikan aba-aba sekaligus meresponsnya melalui gerakan. Aktivitas ini menjadi cara sederhana untuk melatih konsentrasi anak dalam suasana bermain tanpa membuat kegiatan terasa seperti pembelajaran formal.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan bersama siswa TK menjadi kesempatan untuk terlibat langsung dalam aktivitas pendidikan di Desa Magersari. Mereka menyesuaikan cara memberikan instruksi dengan karakter anak usia dini, termasuk menggunakan gerakan dan permainan yang mudah dipahami.
Di ruang kelas tersebut, belajar tidak selalu berlangsung dengan duduk diam. Bagi anak-anak, bergerak, memperhatikan aba-aba, lalu tertawa ketika salah gerakan menjadi cara lain untuk menikmati waktu belajar bersama.
Share :