Kegiatan

Dari Pagi hingga Malam, Mahasiswa KKN Posko 190 UIN Walisongo Turut Menopang Acara Festival Bodri Karnival di Desa Magesari

MAGERSARI - Bodri Karnival pada 5 September 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi masyarakat Desa Magersari untuk merayakan kreativitas dan kebersamaan. Di balik riuhnya arak-arakan dan keramaian acara, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang turut mengambil bagian dalam memastikan rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Sejak pagi, mahasiswa KKN telah berada di lokasi. Mereka tidak datang sebagai penonton, melainkan ikut bekerja di sejumlah lini kepanitiaan. Tenaga mereka disebar sesuai kebutuhan acara, mulai dari pelayanan tamu hingga pekerjaan administratif dan dokumentasi.

Sebagian mahasiswa bertugas melayani dan mendampingi tamu VIP. Mereka memastikan kebutuhan tamu selama acara terpenuhi, sekaligus membantu mengatur alur penerimaan tamu di tengah kepadatan kegiatan.

Mahasiswa lainnya ditempatkan di bagian kesekretariatan. Mereka membantu menangani pekerjaan administratif yang diperlukan selama festival berlangsung. Ada pula yang bertugas sebagai admin live, mengelola kebutuhan siaran langsung agar rangkaian Bodri Karnival dapat diikuti masyarakat melalui media digital.

Di sisi lain, tim dokumentasi bergerak mengikuti jalannya acara. Kamera menjadi bagian dari kesibukan mereka sejak persiapan hingga kegiatan berakhir. Momen-momen penting selama festival direkam untuk menjadi arsip sekaligus bahan publikasi kegiatan.

Koordinator Desa KKN Posko 190 UIN Walisongo Semarang, Sofyanhadi mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam Bodri Karnival merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan desa yang tetap terjalin meski masa KKN telah berakhir.

Menurut dia, keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melanjutkan hubungan baik yang telah terbangun selama menjalankan pengabdian di Magersari.

“Walaupun masa KKN sudah selesai, kami masih diberi kesempatan untuk ikut terlibat dalam kegiatan desa. Jadi, kami dengan senang hati ikut berpartisipasi sesuai dengan kebutuhan acara,” katanya.

Pembagian tugas tersebut membuat mahasiswa KKN bekerja di balik berbagai sisi acara yang mungkin tidak selalu terlihat oleh pengunjung. Ketika masyarakat menikmati karnaval, sebagian mahasiswa sibuk memastikan tamu terlayani, administrasi berjalan, siaran langsung terkendali, dan dokumentasi tetap tersedia.

Kesibukan itu berlangsung sejak pagi hingga malam. Mahasiswa KKN bergantian menjalankan tugas di tengah rangkaian kegiatan yang padat. Tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, pekerjaan tersebut menuntut koordinasi cepat dan kesediaan untuk saling menggantikan ketika kondisi lapangan berubah.

Keterlibatan mahasiswa KKN dalam Bodri Karnival menjadi bagian dari hubungan mereka dengan masyarakat Magersari selama menjalankan pengabdian. Setelah sebelumnya ikut mempersiapkan jalur karnaval melalui kerja bakti bersama warga pada 21 Agustus, mereka kembali turun langsung ketika acara digelar.

Bodri Karnival akhirnya tidak hanya menjadi sebuah perhelatan yang disaksikan masyarakat. Di belakang panggung dan sepanjang jalannya acara, terdapat tenaga warga dan mahasiswa yang bekerja agar festival dapat berlangsung dari awal hingga akhir.

Share :