
Magersari_Kecamatan Patebon resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian di sejumlah desa selama 45 hari ke depan. Pelepasan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Patebon, Selasa, 21 Juli 2026, menjadi titik awal sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berbasis potensi desa.
Ratusan mahasiswa peserta KKN mengikuti apel yang dimulai pukul 07.00 WIB. Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang, kemudian dilanjutkan amanat pembina apel dari Pemerintah Kecamatan Patebon sebelum mahasiswa diberangkatkan menuju desa penempatan masing-masing.
Pihak Kecamatan Patebon dalam amanatnya mengajak mahasiswa menjadikan KKN sebagai ruang pengabdian yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.
"Mahasiswa memiliki bekal ilmu dan semangat yang dapat menjadi energi baru bagi desa. Kami berharap selama berada di tengah masyarakat, mahasiswa mampu beradaptasi, menjalin komunikasi yang baik, dan memberikan kontribusi nyata sesuai kebutuhan desa," ujarnya.
Pelepasan tersebut menandai dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai desa di Kecamatan Patebon, termasuk Desa Magersari, Kartika Jaya, Purworejo, Bangunsari, dan desa lainnya. Selama masa KKN, mahasiswa akan menjalankan program yang disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan persoalan di masing-masing wilayah.

Pihak LP2M UIN Walisongo Semarang mengatakan KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan mendekatkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
"Melalui KKN, mahasiswa belajar bersama masyarakat sekaligus menghadirkan program yang memberikan manfaat. Keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari dampak yang dapat dirasakan masyarakat," katanya.
Setelah apel selesai, seluruh mahasiswa bergerak menuju desa penempatan untuk mengikuti prosesi penerimaan oleh pemerintah desa bersama dosen pembimbing lapangan (DPL). Tahapan tersebut menjadi awal pelaksanaan berbagai program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, digitalisasi administrasi desa, hingga penguatan kapasitas masyarakat.
Bagi Pemerintah Kecamatan Patebon, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan mampu memperkuat program pembangunan yang telah berjalan melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Sementara bagi mahasiswa, pengabdian di desa menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memahami dinamika kehidupan masyarakat secara langsung.
Dengan dimulainya KKN MIT ke-22, Kecamatan Patebon kembali menjadi ruang belajar bagi mahasiswa sekaligus laboratorium sosial untuk menghadirkan inovasi yang lahir dari kebutuhan masyarakat. Sinergi antara kampus, pemerintah, dan warga diharapkan mampu menciptakan program yang tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak berkelanjutan bagi desa-desa di wilayah Patebon.
Share :