MAGERSARI - Di tengah masifnya penggunaan gawai (gadget) di kalangan anak-anak, kehadiran ruang belajar yang interaktif dan menyenangkan saat ini sangat diperlukan. KKN UIN Walisongo Semarang Posko 190 mengadakan Bimbingan Rumah Belajar Magersari sebagai langkah nyata untuk menjawab tantangan tersebut dengan terus konsisten menghidupkan minat baca dan semangat belajar anak-anak di lingkungan sekitar.
Sejak pertama kali diresmikan, Rumah Belajar Magersari tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai akademik sekolah semata, tetapi juga menekankan pentingnya pembentukan karakter pembelajar sepanjang hayat. Lewat pendekatan yang ramah dan adaptif, anak-anak diajak untuk melihat kegiatan membaca dan belajar bukan sebagai beban, melainkan sebagai aktivitas yang seru dan mengasyikkan.
Langkah inovatif yang dilakukan Rumah Belajar Magersari ini mendapat apresiasi positif dari para orang tua murid. Banyak di antara mereka mengaku merasa terbantu dalam mengajarkan anak-anak mereka belajar. Anak-anak yang dulunya menghabiskan banyak waktu bermain game di ponsel, kini perlahan mulai senang belajar bersama teman-temannya melalui rumah belajar ini.
Melalui program ini, mahasiswa KKN MIT 22 Posko 190 berharap bimbingan Rumah Belajar Magersari dapat terus berlanjut dengan semakin banyaknya antusiasme anak-anak dalam belajar berasama. Lebih dari sekadar tempat les biasa, rumah belajar ini diharapkan mampu menjadi wadah positif bagi anak-anak untuk mengeksplorasi minat mereka, membangun karakter yang mandiri, serta membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat membawa perubahan nyata bagi masa depan pendidikan di tingkat desa.
Share :