Sumber Foto: TIM KKN POSKO 190 bersama DPLdan perangkat desa
Magersari_Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, menjadi salah satu desa yang akan menerima pendampingan pemberdayaan masyarakat dari Posko 190 KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang selama 45 hari ke depan. Pengabdian tersebut resmi dimulai setelah lima belas mahasiswa bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Luthfiyah, S.Ag., M.Si. mengikuti apel pelepasan KKN di Kantor Kecamatan Patebon, Selasa, 21 Juli 2026.
Apel pelepasan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu diikuti seluruh peserta KKN MIT UIN Walisongo yang ditempatkan di Kecamatan Patebon. Kegiatan diawali dengan laporan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo, kemudian dilanjutkan amanat pembina apel dari Pemerintah Kecamatan Patebon sebagai tanda dimulainya pengabdian mahasiswa di desa masing-masing.
Bagi Posko 190, pelepasan tersebut bukan sekadar seremoni akademik. Momentum itu menjadi awal pelaksanaan berbagai program yang disusun berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan masyarakat Desa Magersari. Program yang akan dijalankan meliputi penguatan ekonomi kreatif, digitalisasi administrasi desa dan BUMDes, literasi kesehatan, pendidikan masyarakat, hingga inovasi sosial berbasis potensi desa.
Dosen Pembimbing Lapangan Posko 190, Dr. Luthfiyah, S.Ag., M.Si., mengingatkan mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus sarana menghadirkan solusi di tengah masyarakat.
"KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi bagaimana mahasiswa mampu memahami kebutuhan masyarakat, membangun komunikasi yang baik, dan meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan setelah masa pengabdian berakhir," ujarnya.
Ketua Posko 190, Sofyan, mengatakan seluruh program yang akan dilaksanakan telah diarahkan agar memiliki keberlanjutan dan dapat dikelola oleh masyarakat setelah KKN selesai.
"Kami ingin program yang kami bawa tidak berhenti saat KKN berakhir. Karena itu, kami berupaya menyusun kegiatan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan Desa Magersari sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan masyarakat," katanya.
Pemerintah Desa Magersari menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo. Kepala Desa Magersari, Muhyidin, berharap kolaborasi antara pemerintah desa dan mahasiswa mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan desa.
"Kami berharap mahasiswa tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga mampu menjadi mitra masyarakat dalam menggali potensi desa dan membantu memberikan solusi atas berbagai kebutuhan yang ada. Pemerintah desa siap mendukung seluruh kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga," ujar Muhyidin.
Selama 45 hari ke depan, Posko 190 akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, pelaku UMKM, kelompok pemuda, dan warga dalam melaksanakan berbagai program pemberdayaan. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di lapangan, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Bagi UIN Walisongo, KKN MIT merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. Sementara bagi Desa Magersari, kehadiran Posko 190 diharapkan menjadi energi baru untuk memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Share :