
MAGERSARI – Potensi hasil perikanan di Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, mulai dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 190 mengolah hasil ikan menjadi nugget dalam kegiatan pengembangan komoditas unggulan desa, Rabu (20/8/2026).
Pengolahan ikan menjadi nugget dipilih sebagai salah satu upaya untuk menghadirkan alternatif produk pangan yang lebih praktis sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa.
Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat Desa Magersari, khususnya ibu-ibu PKK dan BUMDes Berkah Jaya. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan mulai dari pengenalan ide produk hingga proses pengolahan ikan menjadi nugget.
Ikan yang selama ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan sehari-hari diolah menjadi bentuk produk yang berbeda. Melalui pengolahan tersebut, ikan tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk segar, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki daya tarik lebih luas.
Koordinator Desa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 190, Sofyan, mengatakan pengolahan ikan menjadi nugget merupakan salah satu langkah yang dilakukan mahasiswa untuk melihat potensi yang dapat dikembangkan dari sumber daya yang ada di Desa Magersari.
“Potensi yang ada di desa sebisa mungkin kami coba kembangkan menjadi sesuatu yang punya nilai tambah. Salah satunya melalui pengolahan ikan menjadi nugget,” ujar Sofyan.
Menurutnya, produk olahan tersebut masih dapat dikembangkan lebih lanjut, baik dari sisi pengolahan, kemasan, maupun pemasaran. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, produk tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan komoditas yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bersama masyarakat mempraktikkan secara langsung proses pembuatan nugget berbahan dasar ikan. Keterlibatan masyarakat dilakukan agar proses pengolahan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan selama KKN, tetapi dapat dipahami dan diterapkan kembali secara mandiri.

Ibu-ibu PKK dan BUMDes Berkah Jaya menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena memiliki potensi untuk melanjutkan pengembangan produk setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian. Pengolahan pangan berbasis bahan lokal juga dinilai dapat membuka peluang usaha apabila dikembangkan secara konsisten.
Selain menghasilkan produk olahan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk berdiskusi mengenai potensi produk yang dapat dikembangkan dari Desa Magersari. Produk pangan yang mudah diolah dan memiliki pasar yang luas menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan komoditas unggulan desa.
Pengembangan produk olahan ikan juga dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan nilai jual bahan baku. Produk yang telah melalui proses pengolahan memiliki peluang untuk dipasarkan dalam bentuk yang lebih praktis dan menarik bagi konsumen.
Sofyan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk terus mengembangkan produk olahan ikan di Desa Magersari.
“Harapannya, produk ini tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai. Kalau terus dikembangkan dari rasa, kemasan, sampai pemasarannya, bukan tidak mungkin bisa menjadi salah satu produk unggulan dari Magersari,” katanya.
Kegiatan pembuatan nugget tersebut menjadi salah satu rangkaian program KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 190 di Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya mendorong pemanfaatan potensi lokal agar memiliki nilai tambah dan dapat dikembangkan oleh masyarakat secara berkelanjutan.
Share :