Kegiatan

Senam Minggu Pagi Satukan Warga dan Mahasiswa KKN UIN Walisongo, Awali Kolaborasi Pengabdian di Desa Magersari

Magersari_Lapangan Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, dipenuhi tawa dan semangat warga pada Minggu (2/8/2026). Puluhan masyarakat dari berbagai kalangan mengikuti senam sehat bersama mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 190. Di balik gerakan yang sederhana, kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun kedekatan antara mahasiswa dan masyarakat sebelum pelaksanaan berbagai program pemberdayaan selama masa Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sejak pukul 07.00 WIB, warga mulai berdatangan ke lokasi. Ibu-ibu PKK, remaja, anak-anak, hingga beberapa lansia tampak antusias mengikuti senam yang dipandu secara interaktif oleh mahasiswa KKN. Suasana akrab terlihat ketika mahasiswa membaur bersama warga tanpa sekat, saling bercengkerama, dan berolahraga bersama.

Ketua Posko 190 mengatakan kegiatan senam dipilih bukan semata-mata sebagai agenda olahraga, melainkan sebagai media membangun komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program KKN sangat dipengaruhi oleh kedekatan emosional antara mahasiswa dan warga.

"Sebelum menjalankan berbagai program kerja, kami ingin mengenal masyarakat lebih dekat. Senam menjadi ruang yang sederhana tetapi efektif untuk membangun keakraban sehingga komunikasi selama KKN dapat berjalan lebih baik," ujarnya.

Selain mendorong gaya hidup sehat, kegiatan tersebut juga menjadi wadah silaturahmi antarwarga. Banyak peserta yang sebelumnya belum saling mengenal memanfaatkan kesempatan itu untuk berbincang dan bertukar cerita. Mahasiswa pun memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog dengan masyarakat mengenai berbagai kebutuhan dan potensi desa yang dapat dikembangkan selama masa pengabdian.

Tidak hanya berolahraga, mahasiswa juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik secara rutin. Di sela-sela kegiatan, mahasiswa memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebugaran tubuh sebagai bagian dari upaya pencegahan berbagai penyakit tidak menular.

Salah seorang warga, Mukaromah, mengaku senang dengan adanya kegiatan senam bersama tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN membawa suasana baru bagi masyarakat.

"Biasanya hari Minggu kami hanya beraktivitas seperti biasa. Sekarang ada kegiatan yang membuat warga berkumpul, berolahraga bersama, sekaligus lebih mengenal mahasiswa yang akan tinggal di desa selama beberapa minggu ke depan," ujarnya.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan sederhana seperti senam memiliki makna yang lebih luas. Selain memperkenalkan diri kepada masyarakat, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memahami karakter warga, membangun kepercayaan, dan membuka ruang komunikasi yang nantinya akan mendukung pelaksanaan program-program lainnya, seperti pendampingan UMKM, pendidikan, literasi kesehatan, hingga digitalisasi administrasi desa.

Melalui kegiatan senam bersama, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu dimulai dengan program besar. Kedekatan, komunikasi, dan partisipasi warga justru menjadi fondasi utama agar setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Share :