Kegiatan

Haul Mbah Wali Hasan Abu Hamid ke-42 Digelar, Magersari Rawat Jejak Dakwah dan Tradisi Keagamaan

Sumber Foto: KH. Dr. Sabilal Rosyad, M.Si

 

Magersari_Pemerintah Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, menggelar Haul Mbah Wali Hasan Abu Hamid ke-42 pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan tahunan itu menjadi momentum masyarakat mengenang perjuangan ulama penyebar Islam di wilayah tersebut sekaligus memperkuat tradisi keagamaan dan kebersamaan warga.

Puncak acara berupa pengajian umum berlangsung di Maqbarah Mbah Wali Hasan Abu Hamid, Desa Magersari RT 04 RW 01, mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai. Pengajian menghadirkan KH. Dr. Sabilal Rosyad, M.Si. dari Pekalongan sebagai penceramah utama.

Kepala Desa Magersari, Muhyidin, mengatakan haul telah menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

"Haul ini merupakan ikhtiar kami untuk merawat jejak perjuangan Mbah Wali Hasan Abu Hamid yang telah menjadi bagian dari sejarah Desa Magersari. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat," kata Muhyidin, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurut Muhyidin, persiapan pelaksanaan haul dilakukan bersama berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh agama, hingga organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi tersebut, kata dia, menjadi wujud gotong royong dalam menjaga tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Ia menambahkan, kegiatan haul juga diharapkan mampu memperkenalkan sejarah Desa Magersari kepada generasi muda agar tetap mengenal tokoh-tokoh yang berperan dalam penyebaran Islam di daerahnya.

Rangkaian kegiatan haul dimulai sejak Kamis, 9 Juli 2026, dengan pembacaan Al-Qur'an pada pukul 18.00–19.30 WIB, dilanjutkan kegiatan Al Khidmah hingga pukul 23.30 WIB. Memasuki hari kedua, panitia menggelar Kirab Budaya pukul 19.00–20.00 WIB, kemudian Santunan Anak Yatim pukul 20.00–21.00 WIB, sebelum ditutup dengan pengajian umum.

sumber foto: Kirab Budaya Desa Magersari

Susunan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa haul tidak hanya berorientasi pada ritual keagamaan, tetapi juga menggabungkan unsur sosial dan budaya. Kirab budaya menjadi simbol pelestarian tradisi lokal, sedangkan santunan anak yatim mencerminkan nilai kepedulian sosial yang selama ini melekat dalam pelaksanaan haul di berbagai daerah.

Dalam tausiyahnya, KH. Dr. Sabilal Rosyad, M.Si. menegaskan bahwa makna haul tidak berhenti pada mengenang sosok ulama yang telah wafat, melainkan menjadi ruang untuk meneladani perjuangan dan akhlak yang mereka wariskan.

"Haul adalah momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan para ulama. Yang diwariskan bukan makamnya, tetapi ilmu, akhlak, dan keteladanan yang semestinya diteruskan oleh generasi sekarang," ujar Sabilal Rosyad.

Ia mengajak masyarakat menjadikan haul sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperbaiki kualitas kehidupan sosial.

"Kalau kita hanya datang, berdoa, lalu pulang tanpa membawa perubahan dalam sikap dan akhlak, maka kita baru mengambil suasananya, belum mengambil pelajarannya," katanya.

Bagi masyarakat Magersari, Haul Mbah Wali Hasan Abu Hamid telah berkembang menjadi ruang perjumpaan antara nilai religius, pelestarian budaya, dan penguatan solidaritas sosial. Antusiasme masyarakat yang terus terjaga dari tahun ke tahun menunjukkan tradisi tersebut masih memiliki peran penting dalam kehidupan warga, sekaligus menjadi warisan yang terus dirawat lintas generasi.

Share :