Berita

21 UMKM Magersari Dapat Media Promosi, KKN UIN Walisongo Pasang MMT untuk Perkuat Pemasaran

Foto dengan pelaku usaha UMKM

21 UMKM Magersari Dapat Media Promosi, KKN UIN Walisongo Pasang MMT untuk Perkuat Pemasaran

KENDAL – Sebanyak 21 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, mendapatkan dukungan media promosi melalui pengadaan MMT. Program tersebut dilaksanakan mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 190 pada Kamis (21/8/2026).

Pengadaan MMT menjadi salah satu program mahasiswa untuk membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Media promosi tersebut memuat informasi mengenai usaha dan produk yang ditawarkan sehingga dapat membantu konsumen mengenali produk yang tersedia di lingkungan Desa Magersari.

Sebanyak 21 UMKM menjadi sasaran program tersebut. Pemberian media promosi dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing pelaku usaha, terutama dalam memperkenalkan jenis usaha dan produk kepada calon konsumen.

Koordinator Desa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 190, Sofyan, mengatakan pemasaran menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan UMKM. Menurutnya, produk yang baik tetap membutuhkan media promosi agar lebih mudah dikenal oleh masyarakat.

“Melalui MMT ini, kami ingin membantu UMKM supaya identitas usaha dan produk mereka lebih mudah dilihat masyarakat. Harapannya bisa membantu pemasaran dan membuat usaha mereka semakin dikenal,” ujar Sofyan.

Menurutnya, penggunaan MMT dipilih karena dapat menjadi media promosi yang sederhana dan mudah ditempatkan di lokasi usaha. Selain menampilkan identitas usaha, media tersebut juga dapat menjadi penanda bagi masyarakat yang ingin mencari atau membeli produk dari UMKM setempat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Posko 190 melakukan pendataan terhadap UMKM yang menjadi sasaran program. Informasi mengenai usaha kemudian digunakan sebagai bahan dalam pembuatan media promosi sebelum MMT diserahkan kepada masing-masing pelaku usaha.

Foto dengan pelaku UMKM

Program tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan pelaku UMKM di Desa Magersari. Dari proses tersebut, mahasiswa dapat mengetahui berbagai jenis usaha yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus melihat kebutuhan promosi yang dimiliki pelaku usaha.

Bagi pelaku UMKM, keberadaan media promosi di lokasi usaha dapat membantu memberikan informasi kepada calon konsumen tanpa harus bergantung sepenuhnya pada promosi melalui media digital. Masyarakat yang melintas di sekitar lokasi usaha dapat langsung mengetahui jenis usaha maupun produk yang ditawarkan.

Sebanyak 21 UMKM yang mendapatkan dukungan tersebut diharapkan dapat memanfaatkan MMT sebagai salah satu bagian dari strategi pemasaran. Penggunaan media promosi secara konsisten juga dapat membantu membangun identitas usaha sehingga produk lebih mudah dikenali oleh konsumen.

Sofyan berharap program tersebut tidak berhenti pada pengadaan MMT selama pelaksanaan KKN. Pelaku UMKM diharapkan dapat terus mengembangkan cara pemasaran lain sesuai dengan perkembangan kebutuhan konsumen.

“MMT ini salah satu langkah awal. Setelah ini, kami berharap pelaku UMKM juga bisa terus mengembangkan promosi, baik secara langsung maupun melalui media digital,” katanya.

Program optimalisasi UMKM melalui pengadaan MMT tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 190 di Desa Magersari. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan sederhana namun nyata bagi pelaku usaha dalam memperkenalkan produk dan mengembangkan pemasaran di tingkat desa.

Share :