
MAGERSARI – Kebiasaan hidup bersih dan sehat menjadi salah satu hal yang perlu dibangun mulai dari lingkungan keluarga. Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 190 melalui sosialisasi kesehatan bersama ibu-ibu PKK Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Kamis (21/8/2026).
Sosialisasi tersebut membahas penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sekaligus pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan ibu-ibu PKK untuk berbagi pengetahuan mengenai kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
PHBS diperkenalkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Kebiasaan seperti menjaga kebersihan diri, memperhatikan kebersihan rumah, serta menjaga lingkungan sekitar menjadi hal yang turut dibahas dalam kegiatan tersebut.
Mahasiswa KKN Posko 190 menyampaikan materi dengan mengaitkan penerapan PHBS dengan kondisi lingkungan masyarakat. Pendekatan tersebut dilakukan agar materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Ibu-ibu PKK menjadi salah satu kelompok yang dinilai memiliki peran penting dalam penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga. Melalui mereka, pengetahuan mengenai kebersihan dan kesehatan diharapkan dapat diterapkan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga dibiasakan bersama anggota keluarga.
Selain persoalan kesehatan, pembahasan juga diarahkan pada kondisi lingkungan. Kebersihan lingkungan memiliki kaitan erat dengan kesehatan masyarakat karena lingkungan yang tidak terawat dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai sumber penyakit.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dan ibu-ibu PKK juga berdiskusi mengenai kebiasaan yang dapat dilakukan secara sederhana untuk menjaga lingkungan tetap bersih. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan secara rutin tanpa membutuhkan biaya besar.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Ibu-ibu PKK dapat menyampaikan pengalaman maupun kondisi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, kemudian dibahas bersama dalam kegiatan tersebut.
Koordinator Desa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 190, Sofyan, mengatakan edukasi mengenai kesehatan dan lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan karena keduanya berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
“PHBS sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil di rumah. Harapannya, setelah sosialisasi ini, hal-hal yang dibahas bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar juga semakin terjaga,” ujar Sofyan.
Menurutnya, keterlibatan ibu-ibu PKK menjadi penting karena mereka dapat menjadi bagian dari penggerak kebiasaan hidup bersih di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sosialisasi PHBS dan lingkungan tersebut menjadi salah satu bentuk kegiatan mahasiswa KKN Posko 190 dalam bidang kesehatan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, keluarga, serta lingkungan tempat tinggal.
Mahasiswa KKN Posko 190 berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan secara konsisten oleh masyarakat. Dengan kebiasaan hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan yang dilakukan bersama, upaya menjaga kesehatan masyarakat dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga dan tempat tinggal.
Kegiatan sosialisasi kesehatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 190 di Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.
Share :