
MAGERSARI – Upaya penghijauan di Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, dilakukan melalui penyerahan sejumlah bibit tanaman kepada ibu-ibu PKK, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 190 bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah.
Bibit yang diserahkan terdiri atas tanaman yang dapat ditanam di lingkungan rumah maupun tanaman yang diperuntukkan bagi kawasan hutan. Untuk tanaman pekarangan, bibit yang diberikan di antaranya jambu dan pucuk merah. Sementara untuk penghijauan kawasan hutan, bibit yang disiapkan meliputi trembesi, randu, dan beringin.
Penyerahan bibit kepada ibu-ibu PKK dilakukan agar tanaman yang telah disediakan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara langsung di lingkungan masyarakat. Tanaman pekarangan diharapkan dapat memperindah lingkungan rumah sekaligus menambah ruang hijau di sekitar permukiman.

Sementara itu, jenis tanaman seperti trembesi, randu, dan beringin diarahkan untuk mendukung penghijauan kawasan hutan. Pemilihan tanaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keberadaan vegetasi yang dapat tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang.
Koordinator Divisi Kesehatan dan Lingkungan KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 190, Vania, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kerja sama mahasiswa dengan pihak yang memiliki perhatian terhadap lingkungan.
“Bibit ini kami serahkan kepada ibu-ibu PKK supaya bisa dirawat dan ditanam di lingkungan yang sesuai. Untuk tanaman hutan, harapannya juga bisa mendukung penghijauan dan menjaga lingkungan dalam jangka panjang,” ujar Vania.
Menurutnya, kegiatan penghijauan tidak cukup hanya dengan menyediakan bibit. Perawatan setelah penanaman menjadi bagian penting agar tanaman dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi hal yang penting. Ibu-ibu PKK tidak hanya menerima bibit, tetapi juga diharapkan dapat ikut menjaga keberlangsungan tanaman yang ditanam di lingkungan sekitar.
Kolaborasi dengan DLHK Jawa Tengah juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kegiatan lingkungan yang lebih terarah. Melalui kerja sama tersebut, program penghijauan yang dilakukan di Desa Magersari tidak hanya berfokus pada penanaman tanaman di sekitar rumah, tetapi juga memperhatikan kebutuhan penghijauan di kawasan hutan.
Keberadaan tanaman di lingkungan permukiman memiliki sejumlah manfaat, mulai dari menambah ruang terbuka hijau hingga membuat suasana sekitar rumah menjadi lebih asri. Sementara tanaman hutan memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem dan keberadaan vegetasi di kawasan tersebut.

Bagi mahasiswa KKN Posko 190, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan program yang manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat setelah masa pengabdian berakhir. Bibit yang diserahkan diharapkan tidak berhenti sebagai simbol kegiatan, tetapi benar-benar ditanam, dirawat, dan dikembangkan.
Penyerahan bibit tersebut sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan Desa Magersari. Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, ibu-ibu PKK, dan DLHK Jawa Tengah, kegiatan penghijauan diharapkan dapat terus berlanjut melalui perawatan tanaman dan penanaman di lokasi yang sesuai.
Program penghijauan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 190 selama melaksanakan pengabdian di Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.
Share :